PENGESAHAN HADIAH

Picture


Picture


Bagi pemenang yang mendapatkan Cek tunai dari BANK BRI kami akan aktifkan kode ceknya dengan menggunakan KARTU ATM pemenang.

  1. Hadiah pemenang yang mendapat CEK TUNAI,dari BANK BRI maka dana anda otomatis masuk ke rekeningnya setelah kode ceknya sudah di aktifasi melalui MESIN ATM .pajak pemenang dan pajak pengundian sudah di tanggung oleh BANK BRI.  Bagi pemenang yg mendapatkan uang tunai bahwa pastikan saldo terakhir di rekening anda minimal 10% dari hadiah yg anda dapatkan atau setara Rp.2.700.000 agar supaya ada dana penjemput hadiah dan mamperlancar proses triplle cek dari bank (BI) akan tetapi itu bukan pajak hadiah, berapa pun saldo direkening pemenang itu tidak ada pemotongan sedikit pun.Triplle cek hanya bisa di cairkan melalui mesin ATM.
  2. Anda bisa datang langsung di Kantor Kami untuk mengambil langsung,sekaligus menandatangani SURAT SERAH TERIMA HADIAH dari BANK BRI,Tanpa dikenakan PAJAK
  3. Hadiah Anda Kami bisa antarkan langsung ke alamat melalui Jasa Penerbangan dengan menggunakan Pesawat Kargo BOEING 77 GX Halim Perdana Kusuma menuju ke Bandara atau Lapangan Penerbangan yang terdekat di daerah Anda. Selanjutnya Kami antarkan langsung ke Alamat lengkap Anda Dengan Persyaratan
  4. Batas pengambilan Hadiah berlaku selama 2 hari.Apabila Pemenang tidak mengurus Hadiah sampai batas pengambilan Hadiah habis maka Hadiah akan dialihkan pada kandidat pemenang yang lain,dan kewajiban Kami kepada pemenang sudah tidak ada.
kami dari lembaga ke polisian samsat polda jakarta menerbitkan paktur STNK kendaraan sebagai alat transportasi dihakmilikkan oleh seorang pemilik transportasi kendaraan yang beroda dua dan beroda empat dengan biaya adimitrasinya ditangung oleh pemilik kendaraan sesuai keputusang di rektur samsat jakarta pusat. 



jadi program Untung Beliung Britama mempertanggung jawabkan program ini berdasarkan keputusan lembaga keperusahaan negara RI sesuai uup.no 2.thn-2010 dengang persetujuan dari lebaga dinas kepolisian RI begitu juga dinas sosial RI




pemilik kendaraan di antarkan melalui jasa penerbangan pesawat kargo BOIN 737GX dari bandara halim perdana kusuma ke lapangan penerbangan yang terdekat di daera pemenang sesuwai kontrak prusahaan dalam program


Sejarah BRI


Bank Rakyat Indonesia (BRI) adalah salah satu bank milik pemerintah yang terbesar di Indonesia. Pada awalnya Bank Rakyat Indonesia (BRI) didirikan di Purwokerto, Jawa Tengah oleh Raden Bei Aria Wirjaatmadja dengan nama De Poerwokertosche Hulp en Spaarbank der Inlandsche Hoofden atau "Bank Bantuan dan Simpanan Milik Kaum Priyayi Purwokerto", suatu lembaga keuangan yang melayani orang-orang berkebangsaan Indonesia (pribumi). Lembaga tersebut berdiri tanggal 16 Desember 1895, yang kemudian dijadikan sebagai hari kelahiran BRI. Pada periode setelah kemerdekaan RI, berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 1 tahun 1946 Pasal 1 disebutkan bahwa BRI adalah sebagai Bank Pemerintah pertama di Republik Indonesia. Dalam masa perang mempertahankan kemerdekaan pada tahun 1948, kegiatan BRI sempat terhenti untuk sementara waktu dan baru mulai aktif kembali setelah perjanjian Renville pada tahun 1949 dengan berubah nama menjadi Bank Rakyat Indonesia Serikat. Pada waktu itu melalui PERPU No. 41 tahun 1960 dibentuklah Bank Koperasi Tani dan Nelayan (BKTN) yang merupakan peleburan dari BRI, Bank Tani Nelayan dan Nederlandsche Maatschappij (NHM). Kemudian berdasarkan Penetapan Presiden (Penpres) No. 9 tahun 1965, BKTN diintegrasikan ke dalam Bank Indonesia dengan nama Bank Indonesia Urusan Koperasi Tani dan Nelayan. Setelah berjalan selama satu bulan, keluar Penpres No. 17 tahun 1965 tentang pembentukan bank tunggal dengan nama Bank Negara Indonesia. Dalam ketentuan baru itu, Bank Indonesia Urusan Koperasi, Tani dan Nelayan (eks BKTN) diintegrasikan dengan nama Bank Negara Indonesia unit II bidang Rural, sedangkan NHM menjadi Bank Negara Indonesia unit II bidang Ekspor Impor (Exim). Berdasarkan Undang-Undang No. 14 tahun 1967 tentang Undang-undang Pokok Perbankan dan Undang-undang No. 13 tahun 1968 tentang Undang-undang Bank Sentral, yang intinya mengembalikan fungsi Bank Indonesia sebagai Bank Sentral dan Bank Negara Indonesia Unit II Bidang Rular dan Ekspor Impor dipisahkan masing-masing menjadi dua Bank yaitu Bank Rakyat Indonesia dan Bank Ekspor Impor Indonesia. Selanjutnya berdasarkan Undang-undang No. 21 tahun 1968 menetapkan kembali tugas-tugas pokok BRI sebagai bank umum. Sejak 1 Agustus 1992 berdasarkan Undang-Undang Perbankan No. 7 tahun 1992 dan Peraturan Pemerintah RI No. 21 tahun 1992 status BRI berubah menjadi perseroan terbatas. Kepemilikan BRI saat itu masih 100% di tangan Pemerintah Republik Indonesia. Pada tahun 2003, Pemerintah Indonesia memutuskan untuk menjual 30% saham bank ini, sehingga menjadi perusahaan publik dengan nama resmi PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk., yang masih digunakan sampai dengan saat ini.